Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana.
Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir
semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal.
Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, “Apapun makanannya, minumnya tetap es teh”
Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.
Es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah
satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. Bagi mereka
yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk.
Teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya,
takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang
meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, dimana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.
Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita
yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan
terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, mengganti
konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon.
Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu
ginjal.
Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan
garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih.
Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin,
tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran
kemih.
Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi
menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat,
kacang-kacangan, garam, dan daging.
Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara
moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi
kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum
air putih.
No comments:
Post a Comment